Senin, 06 April 2009

Islam di Negeri Paman Sam Tumbuh Meluas di Tengah Badai By Republika Newsroom Senin, 06 April 2009 pukul 12:17:00


Umat Islam di AS mencapai enam juta jiwa. Mereka berasal dari berbagai macam suku bangsa.


Islam adalah salah satu agama yang berkembang paling cepat di Amerika Serikat (AS). Sesuai perkiraan yang dimuat dalam lembar fakta Departemen Luar Negeri AS, pada tahun 2010 mendatang, jumlah penduduk Muslim AS diperkirakan akan melampui jumlah kaum Yahudi dan menjadikan Islam sebagai agama terbesar nomor dua di negara itu setelah agama Kristen.

Masyarakat Muslim Amerika merupakan sebuah mosaik kebudayaan. Para anggotanya berasal dari lima benua. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan tahun 2007 lalu, kebanyakan kaum Muslim di Negeri Paman Sam tersebut adalah imigran yang jumlahnya 77,6 persen berbanding 22,4 persen yang lahir di AS.

Penelitian itu juga menunjukkan asal usul masyarakat Muslim sebagai berikut: 26,2 persen dari Timur Tengah (Arab); 24,7 persen dari Asia Selatan; 23,8 persen Amerika keturunan Afrika; 11,6 persen lain-lain; 10,3 persen Timur Tengah (non-Arab); dan 6,4 persen Asia Timur.

Meskipun di Amerika Serikat tidak ada catatan jumlah penduduk berdasarkan agama, para pakar memperkirakan bahwa kaum Muslim di Amerika berjumlah sekitar enam juta jiwa. Perkiraan-perkiraan lain berkisar antara empat dan delapan juta jiwa. The Britannica Book of the Year memperkirakan bahwa pada pertengahan tahun 2000, terdapat 4.175.000 Muslim di Amerika Serikat dan 1.650.000 di antaranya berasal dari kalangan Amerika keturunan Afrika (Afro-Amerika). Rata-rata 17.500 warga Afro-Amerika ini berpindah ke agama Islam tiap tahun antara 1990 dan 1995.

Kira-kira, sepertiga kaum Muslim Amerika tinggal di kawasan Pantai Timur (32,2 persen), 25,3 persen hidup di kawasan Selatan, 24,3 persen di kawasan Tengah, dan 18,2 persen di kawasan Barat. Saat ini, terdapat sekitar 2.000 bangunan masjid di seluruh penjuru AS serta ratusan sekolah Islam dan organisasi Islam.

Selain itu, Muslim Amerika juga banyak mendirikan pusat-pusat Islam (Islamic Center) di berbagai kota-kota besar, seperti Los Angeles, San Diego, Houston, Ohio, dan New Jersey.

Empat gelombang
Ada dugaan bahwa Islam pertama kali dibawa ke Benua Amerika, termasuk wilayah Amerika Serikat, oleh kaum Muslim yang ikut serta dalam pelayaran pelaut Spanyol dan Portugal ke Benua Amerika. Dalam pelayaran itu, kaum Muslim berperan sebagai pemberi arah bagi kapal. Selain itu, sebagian kaum Muslim Morisco, yaitu kaum Muslim Spanyol yang dikejar-kejar tentara Kristen dan dipaksa masuk Kristen dalam peristiwa penaklukan kembali (reconquista) pada 1492 konon melarikan diri ke benua ini.

Kemudian, diperkirakan bahwa hampir seperlima dari budak-budak yang dibawa ke benua ini dari Afrika antara abad ke-15 hingga pertengahan abad ke-19 beragama Islam. Merekalah cikal bakal kaum Muslim di Amerika Serikat. Tetapi, karena keadaan yang sulit untuk mengembangkan agama, banyak di antara mereka yang belakangan masuk Kristen.

Namun, terkikisnya jumlah kaum Muslim generasi awal ini tergantikan oleh adanya imigrasi kaum Muslim dalam jumlah besar yang terjadi secara regular ke wilayah Amerika Serikat sejak akhir abad ke-19. Pionirnya sebagian besar adalah orang Arab dari kekhalifahan Turki Usmani.

Para imigran Muslim datang ke Amerika Serikat dengan beragam alasan. Kedatangan para imigran Muslim ini terbagi dalam empat gelombang. Gelombang pertama imigrasi kaum Muslim ke negara ini berlangsung pada sekitar tahun 1875, dari wilayah Libanon, Suriah, Yordania, hingga Palestina. Mereka pada umumnya miskin keterampilan dan tidak cukup terdidik serta sebagian besar merupakan petani yang berharap bisa sukses secara finansial di Amerika Serikat.

Tetapi, karena kesempatan kerja terbatas, mereka terpaksa bekerja sebagai buruh di pabrik, pelabuhan, dan lainnya. Mereka terutama menetap di wilayah Midwest. Pengelanaan mereka kemudian menarik minat rekan-rekan mereka yang lain. Arus imigrasi gelombang pertama ini pun meningkat dan baru terhenti pada akhir Perang Dunia I.

Gelombang kedua menyusul pada 1920-an yang kemudian terhenti karena Perang Dunia II. Hukum-hukum imigrasi pada periode ini agak membatasi. Hanya orang berkulit hitam atau Kaukasia yang boleh masuk ke Amerika Serikat. Orang Arab tidak termasuk dalam dua kategori itu.

Gelombang ketiga terjadi antara pertengahan tahun 1940-an hingga pertengahan tahun 1960-an. Kaum Muslim yang masuk ke AS dalam gelombang ini lebih terdidik. Sebagian mereka hijrah karena penindasan politik. Jumlah terbesar dari mereka adalah orang Palestina yang terusir dengan didirikannya negara Israel pada tahun 1948, orang Mesir yang merasa dirugikan oleh kebijakan Presiden Gamal Abdel Nasser, dan orang Islam Eropa Timur yang mencoba melarikan diri akibat Perang Dunia II dan pemerintahan komunis.

Sementara itu, gelombang imigrasi kaum Muslim keempat bermula sekitar tahun 1967 dan masih berlangsung hingga kini. Mereka umumnya sangat terdidik dan fasih berbahasa Inggris. Mereka berimigrasi karena berbagai alasan, seperti peningkatan kemampuan profesional dan untuk menimba ilmu di universitas-universitas Amerika.

Muslim kulit hitam
Salah satu fenomena yang menonjol dari Islam di Amerika Serikat adalah keberadaan kaum Muslim kulit hitam atau yang kerap disebut dengan istilah Black Muslims dalam jumlah yang cukup besar. Bahkan, beberapa tokoh Black Muslims Amerika cukup dikenal di berbagai negara. Sebut saja Malcolm X dan petinju legendaris dunia Muhammad Ali.  

Organisasi Black Muslims yang juga dikenal dengan sebutan Nation of Islam (NOI) pertama kali dibentuk kali di Detroit pada 1931 oleh Wallace D Fard atau yang lebih dikenal dengan beberapa nama lain: Wallace Fard Muhammad, WF Muhammad, Walli Farrad, Farrad Muhammad, dan Prof Ford. Tokoh pendiri NOI ini secara tiba-tiba menghilang untuk alasan yang tidak diketahui pada 1934.

Posisi Wallace D Fard kemudian digantikan oleh Elijah Muhammad yang berhasil memimpin faksi terbesar dari organisasi ini dan membuka markas besarnya di Chicago. Elijah adalah putra seorang pendeta Baptis di Georgia. Di bawah kepemimpinannya, NOI menjadi organisasi kaum Muslim terpenting di AS pada tahun 1950-an.

Organisasi ini bertambah besar gaung dan pengaruhnya dengan keterlibatasn Malcolm Little. Seperti halnya Elijah, Malcolm juga merupakan anak seorang pendeta Baptis yang belakangan masuk Islam dan mengganti namanya menjadi Malcolm X. Inisial X ini menunjukkan bahwa ia adalah eks perokok, eks pemabuk, eks Kristen, dan eks budak.

Bersama dengan Martin Luther King Jr, ia menjadi kritikus paling lantang terhadap ketidakadilan berdasarkan ras di Amerika Serikat. Ia juga aktif menyuarakan hak-hak kulit hitam di negara adidaya tersebut. Namun, karena perbedaan pandangan dengan Elijah, tahun 1964 Malcolm memutuskan mundur dari NOI dan mendirikan organisasinya sendiri, Muslim Mosque Inc. Namun, ia dibunuh tidak lama kemudian.

Jika pada awal didirikan NOI hanya diperuntukkan bagi kaum Muslim Afro-Amerika; ketika dipimpin oleh Waris Deen Muhammad, organisasi ini mulai membuka diri bagi Muslim kulit putih dan mendorong para pengikutnya untuk ambil bagian dalam kehidupan sosial dan politik di AS. Dan, sejak saat itu, nama NOI diganti menjadi World Community of al-Islam in the West (WCI) yang kemudian diganti menjadi American Muslim Mission (AMM).

Akan tetapi, perubahan tersebut ditentang oleh beberapa faksi Muslim kulit hitam lainnya. Di bawah pimpinan Louis Farrakhan, pada tahun 1977, mereka menyatakan mundur dari AMM dan kembali ke ajaran lama Elijah Muhammad. Mereka menuntut keadilan sosial dan ekonomi bagi semua orang berkulit hitam dan memberikan suara kepada Jesse Jackson (seorang Afro-Amerika) dalam pemilu presiden Amerika Serikat tahun 1984 dan 1988.


Perkembangan Islam Usai September Kelabu

Peristiwa serangan 11 September 2001 ke menara kembar World Trade Center (WTC) dan Pentagon telah membawa perubahan besar dalam kehidupan beragama di Amerika Serikat, khususnya kaum Muslim di sana. Usai serangan itu, berbagai tudingan dilontarkan kepada Islam dan umatnya. Banyak serangan yang terjadi tehadap Muslim Amerika setelah kejadian itu walaupun terbatas pada kelompok minoritas kecil.

Menurut survei yang dilakukan pada 2007, sekitar 53 persen Muslim Amerika menganggap bahwa lebih sulit menjadi seorang Muslim di Negeri Paman Sam setelah serangan itu. Wanita Muslim yang menggunakan hijab atau jilbab diganggu sehingga beberapa wanita Muslim lebih memilih untuk tinggal di rumah. Sedangkan, yang lainnya, untuk sementara, meninggalkan aktivitas mereka di tempat kerja.

Namun, menurut Imam Masjid Islamic Center New York, M Syamsi Ali, ada kecenderungan positif warga Amerika sesudah perstiwa September kelabu itu. Sebelum 9/11, mereka acuh tak acuh terhadap agama. ''Jangankan terhadap Islam, terhadap agama kelahiran mereka saja mereka acuhkan. Gereja-gereja kosong. Agama tidak lebih perayaan-perayaan sosial semata, seperti Natal dan lain-lain. Sebaliknya, anak-anak muda mereka semakin antiagama yang dianggap kuno dan menjadi faktor keterbelakangan dan kebodohan,'' paparnya kepada Republika, beberapa waktu lalu.

Sebelum peristiwa 9/11, lanjut dia, Islam juga tidak terlalu menjadi sorotan. Mayoritas masyarakat tidak tahu apa atau belum pernah mendengar kata Islam itu sendiri. Media-media massa tidak terlalu banyak menyebut Islam, kecuali jika ada hal-hal sensitif yang terjadi di belahan dunia lainnya.

Setelah 9/11, semua ini berubah. Keinginan untuk tahu Islam, ungkap Syamsi, menjadi sangat menonjol, bahkan referensi Islam menjadi jualan paling laris di seantero Amerika Utara. Berbagai kalangan pun berminat untuk mendengarkan secara langsung apa itu Islam dari gereja-gereja, sinagog, ataupun perkantoran-perkantoran swasta, bahkan pemerintahan. ''Maka, dengan sendirinya, para imam memiliki akses lebih luas untuk memperkenalkan Islam kepada publik Amerika,'' ujarnya.

Kondisi tersebut, menurut Mohammad Kudaimi, anggota Nawawi Foundation (sebuah lembaga pendidikan yang berbasis di Chicago--Red), membuat umat Islam terus bertambah banyak di Amerika Serikat setelah peristiwa 9/11. ''Alhamdulillah, kondisi umat Islam di Amerika Serikat baik-baik saja. Umat Islam terus bertambah banyak di Amerika Serikat, baik sebelum maupun setelah peristiwa 11 September,'' kata dia kepada Republika di sela-sela kunjungannya ke Indonesia pada awal Juli 2007 lalu.

Bagi Kudaimi, sulit untuk memahami fenomena kontradiktif ini. Logikanya, setelah terjadinya peristiwa 11 September lalu, umat Islam banyak merasa tertekan akibat adanya tudingan macam-macam yang menyudutkan mereka. Maka, mereka akan takut masuk Islam. "Tapi, faktanya tidak demikian," tukasnya.

Pesatnya perkembangan Islam di AS itu diakui oleh Dr Umar Faruq Abdullah, ketua Nawawi Foundation. Saat ini, tak kurang dari tujuh juta warga AS yang memeluk agama Islam. Bahkan, lembaganya turut membantu para mualaf mengikrarkan syahadat dan membantu mereka memahami Islam dengan lebih baik. ''Agama Islam terus berkembang di Amerika Serikat dan tetap survive,'' kata Umar.

Umar mengungkapkan, dengan keutamaan dan kelebihannya sendiri, Islam berkembang di wilayah Amerika Serikat. ''Bahkan, hingga umat Islam dalam kondisi yang teramat buruk, tapi semata-mata karena keutamaan dan kelebihan Islam, Islam pun berkembang di Amerika.'' dia/berbagai sumber/taq

Republika online

Jumat, 27 Maret 2009

Permainan Terbaik Bagi Bayi

Bagi para orang tua, memberikan fasilitas yang lengkap dan terbaik bagi anak adalah keinginan semua orang tua. Mainan lengkap, bagus dan mungkin terbilang mahal, bagi bayi dan anak yang sedang tumbuh mungkin juga menjadi suatu kesenangan.

jadi, apakah ketika orang tua tidak mampu membelikan mainan bagus atau fasilitas bagus bagi anak atau bayi, berarti bayi kita atau anak kita akan  mengalami ketinggalan perkembangan?atau bahkan mungkin ketinggalan zaman?jawabnya, tidak.

Permainan pertama buah hati kita, adalah diri kita. yakni si ibu. kontak antara buah hati kita  dengan si ibu merupakan mainan terbaik baginya. Coba lihat ketika kita sibuk beraktivitas sendiri dan tanpa mempedulikannya, pasti dia akan protes dengan menangis. Dan jika tiba-tiba, setelah dia menangis, lantas kita angkat dia, kita ajak bermain, pasti dia dengan antusianya bermain dengan kita. Dan senyuman akan dia berikan.

Jadi, jika ditanyakan apa yang terbaik untuk bayi kita adalah, kepedulian kita untuk selalu berbagi waktu bersama buah hati kita. Dengan bermain bersama buah hati kita, kita sudah menumbuhkan motivasi positif dalam diri buah hati kita untuk kebutuhan perkembangannya.

Dengan buah hati kita, kita bisa membaca ayat Al-Quran, bernyanyi, melatih perkembangan motoriknya, berbicara, melatih kebiasaan baik baginya. Yang terpenting adalah dia telah belajar  tentang kasih sayang , yang senantiasa dia rasakan detik demi detik dari bunda dan ayahnya.

Untuk bunda yang stay di rumah dengan baby, lakukan aktivitas pribadi ketika bayi kita sedang tidak dalam penjagaan kita, misalnya ketika baby sedang tidur atau ada ayahhanda yang menjaga.

Untuk ayah, bantu bunda untuk bermain dengan baby ya?dan mohon perhatiannya juga untuk memperhatikan perkembangan baby. dua jempol untuk ayah yang caring sama baby......

Kamis, 19 Maret 2009

Perkembangan Babyku-1

Alhamdulillah minggu kemaren , tepatnya tanggal 14 maret 2009, Aisyah alias ica "my sweet baby" dah bisa maju. alhamdulillah....bulan ini tepatnya tanggal 24 maret, dia udah masuk usia 9 bulan.

Ya, mungkin bisa dikatakan perkembangan motorik kasarnya agak lambat. tapi alhamdulillah perkembangan motorik halusnya bagus. bahkan sekarang udah bisa tepuk tangan, walaupun belum begitu sering.

Hal ini mengharuskan aku untuk banyak2 memotivasi dan merangsang dia untuk bisa mengeksplorasi diri lagi. banyak mengajaknya bicara dan bermain. Tapi, gitu dech, selalu kadang selain mengasuh baby aku ada aktivitas lainnya di rumah. kan, aktivitas ibu rumah tangga tidak hanya mengasuh anak saja. jadi, kadang datang juga masa capek untuk ngajak dia maen.....sorry ya sayang...maafin mama.

insyaallah mama akan senantiasa berusaha lebih baik lagi untuk mengasuh aisyah. Mama akan selalu berusaha memberikan yang terbaik buat Aisyah.

Semoga Allah selalu memberikan Aisyah kesehatan, perkembangan fisik,motorik dan mental yang baik. Amiiin..........

Oiya, belum ada foto aisyah diupload di blog ini.

moga entar secepatnya bisa diupload.

Jumat, 13 Maret 2009

Syukur dan Sabar

Tadi siang, waktu aku nonton infotainment (mommy-mommy yang lagi nggada kesibukan kerja), pas acara lamarannya cici paramida(artis dangdut), ada suatu nasehat yang disampaikan oleh penceramahnya, tentang syukur dan sabar. Hal ini tentu dikaitkan dengan perjalanan cici untuk bisa sampai ke jenjang lamaran saat ini tentunya.

Toh kita pun bisa mengambil hikmahnya juga tentang kedua hal ini.

Syukur

Suatu ungkapan rasa terima kasih yang mendalam atas apa yang membuat kita bisa merasa bahagia pada saat itu. Kemungkinan sebelumnya, kita telah berjalan, berlari jauh untuk mendapat atau menggapai sesuatu. atau bahkan mungkin sebelumnya kita telah melewati sesuatu, dan kita berhasil atau selamat. Begitu dalam ungkapan rasa dalam hati kita. Bisa dikatakan, kita telah bersyukur.

Sabar

Suatu sikap untuk menata hati, fikiran dan sikap untuk seimbang dan tenang dalam menyikapi suatu hal dihadapan kita. Sabar inilah yang selalu dilatih kaum muslimin setiap tahunnya dalam momen Ramadlan. dan mungkin sikap ini juga merupakan sikap yang syuuuuusah banget untuk selalu nempel pada diri kita.

Kedua sikap SYUKUR dan SABAR ini jika dikaitkan dengan perjalanan kehidupan manusia, bisa menjadi suatu petuah berharga dan abadi.

Jangan pernah merasa cukup untuk bersyukur

Belum tentu kita selalu bersyukur dan bersabar menghadap kehidupan ini

Bersyukurlah terhadap apa yang telah kita peroleh saat ini

Bersyukurlah terhadap apa yang telah kita lewati dalam kehidupan ini

Bersyukurlah dengan apa yang ada dihadapan kita saat ini

Jika ini dan itu yang ada dihadapan kita saat ini, dan yang ada digenggaman kita, berarti, inilah yang Allah berikan pada kita saat ini, dan yang Allah ridloi untuk kita saat ini

Dan bersyukurlah.........

Ternyata Allah masih sayang kita dan meridloi kita.........

Buktinya...........Kita masih bisa menghirup udara, bernafas dengan lega tanpa bantuan alat apapun

bayangkan kalau kita bernafas harus bayar per tabung......

Mampukah kita, seumur hidup bayarnya??????????

Jadi............

Kita syukuri keadaan kita saat ini

Karena hal yang terburuk dari kita adalah............

ketika (seumpama, semoga jangan sampe) kita berada dalam sakaratul maut, dan kita jauh dari Allah............naudzubillahimindzalik............

Dan, bersyukurlah, ketika kita belum dapat meraih angan, cita dan impian..........saat ini

karena kita diberikan waktu oleh Allah untuk berfikir kembali, belajar kembali dari perjalanan hidup kita untuk mengambil benang merah (hikmah) dibalik semua kejadian yang telah kita alami (menimpa kita) hingga sampai pada titik sekarang ini.

Dan ketika kita bersyukur, hal itu berarti, Kita telah meningkatkan energi positif dalam diri dan membangun motivasi diri untuk bangkit kembali dan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Bukan untuk pasrah menyerah. Karena sesungguhnya, kehidupan itu adalah dinamika tanpa henti dan bukan kita pemiliknya (pengendalinya). Mungkin inilah jalan yang diberikan Allah untuk kita lebih dekat dengan-Nya.

Semua hanya milik Allah dan Dia-lah pengendalinya dengan segala rahasia-Nya. Dia-lah pemilik rahasia kehidupan , sebelumnya, saat ini, dan yang akan datang........

Senantiasa berSABARlah untuk menerima dari apa yang seharusnya saat ini kita syukuri

Bersabarlah untuk tanpa henti ber-ikhtiar 

Bersabarlah untuk menunggu dikabulkannya doa-doa kita

Bersabarlah untuk menjalani garis kehidupan kita

Bersabar untuk senantiasa taat pada jalan Allah, hanya pada jalan Allah

karena sesungguhnya berserah diri(islam) adalah percaya pada hari akhir

karena, semua ini akan memiliki muara dan akhir

tiada sesuatupun di dunia ini yang tanpa akhir, tanpa ujung

tiada sesuatupun di dunia ini sesuatu yang abadi

Jangan pernah takut dan menyerah pada kehidupan, dan menyerah pada kendali manusia. Karena, manusia akan menjadikan materi sebagai pengendali kita (contohnya :industrialisasi)

jadi, kesimpulannya......Syukur akan menjadikan kita bertambah sabar, senantiasa, bersyukurlah, agar kita dapat menggapai bahagia......